Sabtu, 27 Desember 2014

pak dokteerr,,saya mau vba2c.



PakDokteeerrr,,saya mau VBAC.
 setelah memutar otak dan tenaga,,akhirnya saya ketemu Dr.dr. Amang Surya yang sanggup membantu saya untuk proses VBA2C. kenapa kok A2?? kaan uda after 2 caesar. pada umumnya dilakukan untuk partus caesar 1x. tapi kali ini kasus saya beda. 
ikhtiar,,ikhtiar,, berdoa dan selalu pasrah dengan segala ketentuan dan ketetapan Allah. tapi saya dan suami sudah bertekad untuk menjalaninya.
alhamdulillah,,ibu mendukung, ayah mensupport dan semua keluarga besar bisa legowo setelah saya jelaskan alasan saya. jangankan keluarga besar,,orang terdekat saya, teman berbagi kasur saya,,sang suami aja ogah ogahan dan terang terangan menolak dari awal keputusan saya vba2c ini. 
tapi,,saya lakukan inikan bukan tanpa alasan.
ibu mana yang tak inginkan lahiran secara normal????
jadilah,,di minggu ke 39 inshaallah kami semua sudah siapkan smua yang dibutuhkan. terutama saya dan suami,harus siapkan mental semental mentalnya. meskipun kami ini rock n roll, tapi kalo uda ketemu kondisi macam ini,,panik jugalah!! manusiawi!!
jadilah di akhir minggu kehamilan, suami benar benar rasakan bagaimana jadi suami siaga. karena meskipun ini anak ketiga, baru kali ini saya punya banser dan ajudan untuk menghadapi persalinan. karena dikelahiran anak anak kami sebelumnya,, pas zihny uda detik detik persalinan, suami dinas Bogor,,jadilah ayah saya eyangnya anak anak yang jadi bapak siaga, suami melihat bayinya setelah H+2.  lalu di kelahiran danish,, mmg krna jarak yang terlalu dekat jadi harus dilakukan tindakan caesar.
dan,,
inilah persalinan saya pertama dengan memiliki suami seutuhnya yang menjabat suami siaga.
salut dan masyaallah,,tak hentinya saya bersyukur dengan memiliki suami macam suami saya ini. yaiyalaaahhh,,kalo bukan istrinya siapa lagi yang muji suami saya,hehe.
tapi suwerr,,sampe spicless karena betapa baiknya pak lutpi ini.
jadilah kami rajin browsing,berbagi informasi apapun yang kami dapat dari pengalaman melahirkan teman atau kisah milis dari berbagai macam media sosial di tanah air.

..bismillah..
inshaallah diberikan kelancaran kemudahan sampai saat itu tiba.

--sekilas yang bisa saya tulis tentang vba2c--
secara holistik, agar persalinan yang sekarang bisa berjalan dg lancar. Cakupan holistik yang dilakukan antaranya :
 
Mind. Menyiapkan kesiapan mental ibu dengan edukasi yang lengkap dan benar.  Biasanya dengan melakukan pertemuan / kelas prenatal, sharing mengenai pengalaman persalinan sebelumnya, membersihkan trauma atau sampah batin yang masih ada, serta menghadirkan pikiran positif sejak saat hamil, melahirkan dan setelah melahirkan.
 
Body. Persiapan fisik perlu kami lakukan untuk menyambut proses persalinan. Memenuhi nutrisi dan hidrasi yang bergizi selama hamil. Melakukan exercise atau mobilisasi untuk melenturkan otot-otot, dan latihan nafas. Kegiatan yang dapat dilakukan misalnya : senam hamil,  prenatal yoga, jalan pagi, taichi for pregnancy, Pilates dan aktif mengerjakan pekerjaan di rumah / aktivitas sehari-hari.

Spiritual. Kesiapan spiritual menjadi hal penting dalam menyambut persalinan. Keyakinan bahwa persalinan adalah proses yang sakral penuh kesucian sejatinya akan menunjukan segala kebesaran dan kuasa Tuhan YME. Menyerahkan hasil dari setiap usaha yang dilakukan dengan ikhlas pasrah. Dan setiap tenaga kesehatan serta ibu bersalin memberdayakan diri mendapatkan proses persalinan yang sehat dan nyaman dalam keadaan totally sweet surrender. Dengan relaksasi, ibu dapat dengan mudah masuk kedalam kondisi spiritual yang tenang.
 
untuk buat “birth vision “ dan ditulis, dari sini kita bisa melihat persiapan persiapan apa saja yang sebaiknya kita lakukan agar mencapai plan yang  sudah dibuat.

          Sebelum membahas lebih jauh mengenai VBAC perlu kita luhurkan paradigma bahwa kehamilan dan persalinan adalah proses alami, proses suci penuh dengan nilai spiritual yang telah disiapkan Tuhan Yang Maha Esa secara sempurna. Paradigma inilah yang pertama-tama dibangun dalam menghadirkan persalinan yang lembut dan sehat. Seperti yang kita ketahui bahwa lebih dari 80 persen persalinan berjalan normal tanpa penyulit. Artinya, tidak ada intervensi yang dilakukan jika memang tidak ada indikasi. Sebaliknya, ada kurang dari 20 persen persalinan adalah dengan adanya penyulit. Artinya, perlu adanya intervensi yang dilakukan agar mendapatkan outcome yang baik. Nah, dalam ranah ini kita membahas yang 80 persen persalinan tanpa penyulit.

         Tidak mudah memang melepaskan sugesti/pikiran yang tertanam terlanjur  dalam perihal proses persalinan yang katanya sakit, penuh risiko, dan tindakan medis. Namun, perlahan-lahan setiap orang mampu menghapus dan menghadirkan sugesti/pikiran yang lebih baik. Dengan doa penuh keyakinan dan pasrah. Begitupun yang dilakukan untuk menjalankan VBAC. Mengawali dengan niatan kuat, memberdayakan diri, dan memeriksakan ke tenaga kesehatan bahwa kehamilannya sehat. Mungkin pada awalnya ada keraguan apakah bisa melahirkan pervaginam setelah sebelumnya melahirkan dengan sectio caesaria? Apakah hal ini aman untuk saya dan bayi saya? Dan beberapa keraguan-keraguan lainnya. Jika diawali dengan keraguan, maka langkah yang dijalani pun akan maju mundur, setengah-setengah, memberdayakan diri belum sepenuh hati. Berbeda halnya jika memiliki keyakinan mantap. Lolos skrining untuk melakukan VBAC. Pasangan, keluarga dan tenaga kesehatannya mendukung untuk melakukan hal ini maka lebih nyaman untuk memberdayakan diri.

        Euforia menjadikan VBAC bak primadona. Namun perlu kita luruskan kembali bahwa VBAC bukan ajang menghebatkan diri ataupun menjaga gengsi. Tapi mengembalikan pemahaman bahwa perlu menghadirkan persalinan alam, cerdas intelektual, cerdas emosional, dan cerdas spiritual.

Sebagai bidan kami bisa mempersiapkan secara holistik, agar persalinan yang sekarang bisa berjalan dg lancar. Cakupan holistik yang dilakukan antaranya :

Mind. Menyiapkan kesiapan mental ibu dengan edukasi yang lengkap dan benar.  Biasanya dengan melakukan pertemuan / kelas prenatal, sharing mengenai pengalaman persalinan sebelumnya, membersihkan trauma atau sampah batin yang masih ada, serta menghadirkan pikiran positif sejak saat hamil, melahirkan dan setelah melahirkan.

Body. Persiapan fisik perlu kami lakukan untuk menyambut proses persalinan. Memenuhi nutrisi dan hidrasi yang bergizi selama hamil. Melakukan exercise atau mobilisasi untuk melenturkan otot-otot, dan latihan nafas. Kegiatan yang dapat dilakukan misalnya : senam hamil,  prenatal yoga, jalan pagi, taichi for pregnancy, Pilates dan aktif mengerjakan pekerjaan di rumah / aktivitas sehari-hari.

Spiritual. Kesiapan spiritual menjadi hal penting dalam menyambut persalinan. Keyakinan bahwa persalinan adalah proses yang sakral penuh kesucian sejatinya akan menunjukan segala kebesaran dan kuasa Tuhan YME. Menyerahkan hasil dari setiap usaha yang dilakukan dengan ikhlas pasrah. Dan setiap tenaga kesehatan serta ibu bersalin memberdayakan diri mendapatkan proses persalinan yang sehat dan nyaman dalam keadaan totally sweet surrender. Dengan relaksasi, ibu dapat dengan mudah masuk kedalam kondisi spiritual yang tenang.
- See more at: http://www.hypnobirthingindonesia.com/blog/lanny.kuswandi/bu.bidaaan.saya.mau.vbac/163#sthash.730g33pu.dpuf
Sebagai bidan kami bisa mempersiapkan secara holistik, agar persalinan yang sekarang bisa berjalan dg lancar. Cakupan holistik yang dilakukan antaranya :
- See more at: http://www.hypnobirthingindonesia.com/blog/lanny.kuswandi/bu.bidaaan.saya.mau.vbac/163#sthash.730g33pu.dpuf
Sebagai bidan kami bisa mempersiapkan secara holistik, agar persalinan yang sekarang bisa berjalan dg lancar. Cakupan holistik yang dilakukan antaranya :
- See more at: http://www.hypnobirthingindonesia.com/blog/lanny.kuswandi/bu.bidaaan.saya.mau.vbac/163#sthash.730g33pu.dpuf
Bu Bidaaan, Saya mau VBAC...

Bu Bidan ...saya mau VBAC .

        Kali ini kami akan sharing pengalaman apabila ada klien datang keklinik dan   menyatakan niatnya untuk VBAC (Vaginal Birth After Caesarean) atau melahirkan pervaginam setelah riwayat persalinan sebelumnya melalui sectio caesarea.
   Biasanya screening yang dilakukan bagi ibu yang memiliki rencana VBAC, misalnya indikasi/penyebab dilakukannya SC pada riwayat persalinan sebelumnya, jarak kehamilan saat ini dengan kehamilan sebelumnya, kondisi kehamilan saat ini dalam keadaan sehat (tanpa penyulit) dan lain sebagainya.

Ternyata beberapa alasannya :
  • Kehamilan sudah > 41 belum ada kontraksi,
  • Panggul sempit dan belum teruji
  • Taksiran BB janinnya besar
  • Sudah keluar air alias ketuban pecah dini

Sebagai bidan kami bisa mempersiapkan secara holistik, agar persalinan yang sekarang bisa berjalan dg lancar. Cakupan holistik yang dilakukan antaranya :

Mind. Menyiapkan kesiapan mental ibu dengan edukasi yang lengkap dan benar.  Biasanya dengan melakukan pertemuan / kelas prenatal, sharing mengenai pengalaman persalinan sebelumnya, membersihkan trauma atau sampah batin yang masih ada, serta menghadirkan pikiran positif sejak saat hamil, melahirkan dan setelah melahirkan.

Body. Persiapan fisik perlu kami lakukan untuk menyambut proses persalinan. Memenuhi nutrisi dan hidrasi yang bergizi selama hamil. Melakukan exercise atau mobilisasi untuk melenturkan otot-otot, dan latihan nafas. Kegiatan yang dapat dilakukan misalnya : senam hamil,  prenatal yoga, jalan pagi, taichi for pregnancy, Pilates dan aktif mengerjakan pekerjaan di rumah / aktivitas sehari-hari.

Spiritual. Kesiapan spiritual menjadi hal penting dalam menyambut persalinan. Keyakinan bahwa persalinan adalah proses yang sakral penuh kesucian sejatinya akan menunjukan segala kebesaran dan kuasa Tuhan YME. Menyerahkan hasil dari setiap usaha yang dilakukan dengan ikhlas pasrah. Dan setiap tenaga kesehatan serta ibu bersalin memberdayakan diri mendapatkan proses persalinan yang sehat dan nyaman dalam keadaan totally sweet surrender. Dengan relaksasi, ibu dapat dengan mudah masuk kedalam kondisi spiritual yang tenang.

         Dan biasanya saat itu kami menyarankan untuk buat “birth vision “ dan ditulis, dari sini kita bisa melihat persiapan persiapan apa saja yang sebaiknya kita lakukan agar mencapai plan yang  sudah dibuat.

          Sebelum membahas lebih jauh mengenai VBAC perlu kita luhurkan paradigma bahwa kehamilan dan persalinan adalah proses alami, proses suci penuh dengan nilai spiritual yang telah disiapkan Tuhan Yang Maha Esa secara sempurna. Paradigma inilah yang pertama-tama dibangun dalam menghadirkan persalinan yang lembut dan sehat. Seperti yang kita ketahui bahwa lebih dari 80 persen persalinan berjalan normal tanpa penyulit. Artinya, tidak ada intervensi yang dilakukan jika memang tidak ada indikasi. Sebaliknya, ada kurang dari 20 persen persalinan adalah dengan adanya penyulit. Artinya, perlu adanya intervensi yang dilakukan agar mendapatkan outcome yang baik. Nah, dalam ranah ini kita membahas yang 80 persen persalinan tanpa penyulit.

         Tidak mudah memang melepaskan sugesti/pikiran yang tertanam terlanjur  dalam perihal proses persalinan yang katanya sakit, penuh risiko, dan tindakan medis. Namun, perlahan-lahan setiap orang mampu menghapus dan menghadirkan sugesti/pikiran yang lebih baik. Dengan doa penuh keyakinan dan pasrah. Begitupun yang dilakukan untuk menjalankan VBAC. Mengawali dengan niatan kuat, memberdayakan diri, dan memeriksakan ke tenaga kesehatan bahwa kehamilannya sehat. Mungkin pada awalnya ada keraguan apakah bisa melahirkan pervaginam setelah sebelumnya melahirkan dengan sectio caesaria? Apakah hal ini aman untuk saya dan bayi saya? Dan beberapa keraguan-keraguan lainnya. Jika diawali dengan keraguan, maka langkah yang dijalani pun akan maju mundur, setengah-setengah, memberdayakan diri belum sepenuh hati. Berbeda halnya jika memiliki keyakinan mantap. Lolos skrining untuk melakukan VBAC. Pasangan, keluarga dan tenaga kesehatannya mendukung untuk melakukan hal ini maka lebih nyaman untuk memberdayakan diri.

        Euforia menjadikan VBAC bak primadona. Namun perlu kita luruskan kembali bahwa VBAC bukan ajang menghebatkan diri ataupun menjaga gengsi. Tapi mengembalikan pemahaman bahwa perlu menghadirkan persalinan alam, cerdas intelektual, cerdas emosional, dan cerdas spiritual.

- See more at: http://www.hypnobirthingindonesia.com/blog/lanny.kuswandi/bu.bidaaan.saya.mau.vbac/163#sthash.730g33pu.dpuf
Bu Bidaaan, Saya mau VBAC...

Bu Bidan ...saya mau VBAC .

        Kali ini kami akan sharing pengalaman apabila ada klien datang keklinik dan   menyatakan niatnya untuk VBAC (Vaginal Birth After Caesarean) atau melahirkan pervaginam setelah riwayat persalinan sebelumnya melalui sectio caesarea.
   Biasanya screening yang dilakukan bagi ibu yang memiliki rencana VBAC, misalnya indikasi/penyebab dilakukannya SC pada riwayat persalinan sebelumnya, jarak kehamilan saat ini dengan kehamilan sebelumnya, kondisi kehamilan saat ini dalam keadaan sehat (tanpa penyulit) dan lain sebagainya.

Ternyata beberapa alasannya :
  • Kehamilan sudah > 41 belum ada kontraksi,
  • Panggul sempit dan belum teruji
  • Taksiran BB janinnya besar
  • Sudah keluar air alias ketuban pecah dini

Sebagai bidan kami bisa mempersiapkan secara holistik, agar persalinan yang sekarang bisa berjalan dg lancar. Cakupan holistik yang dilakukan antaranya :

Mind. Menyiapkan kesiapan mental ibu dengan edukasi yang lengkap dan benar.  Biasanya dengan melakukan pertemuan / kelas prenatal, sharing mengenai pengalaman persalinan sebelumnya, membersihkan trauma atau sampah batin yang masih ada, serta menghadirkan pikiran positif sejak saat hamil, melahirkan dan setelah melahirkan.

Body. Persiapan fisik perlu kami lakukan untuk menyambut proses persalinan. Memenuhi nutrisi dan hidrasi yang bergizi selama hamil. Melakukan exercise atau mobilisasi untuk melenturkan otot-otot, dan latihan nafas. Kegiatan yang dapat dilakukan misalnya : senam hamil,  prenatal yoga, jalan pagi, taichi for pregnancy, Pilates dan aktif mengerjakan pekerjaan di rumah / aktivitas sehari-hari.

Spiritual. Kesiapan spiritual menjadi hal penting dalam menyambut persalinan. Keyakinan bahwa persalinan adalah proses yang sakral penuh kesucian sejatinya akan menunjukan segala kebesaran dan kuasa Tuhan YME. Menyerahkan hasil dari setiap usaha yang dilakukan dengan ikhlas pasrah. Dan setiap tenaga kesehatan serta ibu bersalin memberdayakan diri mendapatkan proses persalinan yang sehat dan nyaman dalam keadaan totally sweet surrender. Dengan relaksasi, ibu dapat dengan mudah masuk kedalam kondisi spiritual yang tenang.

         Dan biasanya saat itu kami menyarankan untuk buat “birth vision “ dan ditulis, dari sini kita bisa melihat persiapan persiapan apa saja yang sebaiknya kita lakukan agar mencapai plan yang  sudah dibuat.

          Sebelum membahas lebih jauh mengenai VBAC perlu kita luhurkan paradigma bahwa kehamilan dan persalinan adalah proses alami, proses suci penuh dengan nilai spiritual yang telah disiapkan Tuhan Yang Maha Esa secara sempurna. Paradigma inilah yang pertama-tama dibangun dalam menghadirkan persalinan yang lembut dan sehat. Seperti yang kita ketahui bahwa lebih dari 80 persen persalinan berjalan normal tanpa penyulit. Artinya, tidak ada intervensi yang dilakukan jika memang tidak ada indikasi. Sebaliknya, ada kurang dari 20 persen persalinan adalah dengan adanya penyulit. Artinya, perlu adanya intervensi yang dilakukan agar mendapatkan outcome yang baik. Nah, dalam ranah ini kita membahas yang 80 persen persalinan tanpa penyulit.

         Tidak mudah memang melepaskan sugesti/pikiran yang tertanam terlanjur  dalam perihal proses persalinan yang katanya sakit, penuh risiko, dan tindakan medis. Namun, perlahan-lahan setiap orang mampu menghapus dan menghadirkan sugesti/pikiran yang lebih baik. Dengan doa penuh keyakinan dan pasrah. Begitupun yang dilakukan untuk menjalankan VBAC. Mengawali dengan niatan kuat, memberdayakan diri, dan memeriksakan ke tenaga kesehatan bahwa kehamilannya sehat. Mungkin pada awalnya ada keraguan apakah bisa melahirkan pervaginam setelah sebelumnya melahirkan dengan sectio caesaria? Apakah hal ini aman untuk saya dan bayi saya? Dan beberapa keraguan-keraguan lainnya. Jika diawali dengan keraguan, maka langkah yang dijalani pun akan maju mundur, setengah-setengah, memberdayakan diri belum sepenuh hati. Berbeda halnya jika memiliki keyakinan mantap. Lolos skrining untuk melakukan VBAC. Pasangan, keluarga dan tenaga kesehatannya mendukung untuk melakukan hal ini maka lebih nyaman untuk memberdayakan diri.

        Euforia menjadikan VBAC bak primadona. Namun perlu kita luruskan kembali bahwa VBAC bukan ajang menghebatkan diri ataupun menjaga gengsi. Tapi mengembalikan pemahaman bahwa perlu menghadirkan persalinan alam, cerdas intelektual, cerdas emosional, dan cerdas spiritual.

- See more at: http://www.hypnobirthingindonesia.com/blog/lanny.kuswandi/bu.bidaaan.saya.mau.vbac/163#sthash.730g33pu.dpuf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...